Tanpa Batas

Month:

Selem dan Semua Anjing Milikku

Sejak 10 tahun lalu, aku pelihara anjing-anjing ini. Sejak 10 tahun lalu, aku pungut anjing kudis, anjing malang, anjing liar, hingga anjing yang sengaja dibuang di jalan, di kuburan, hingga di selokan-selokan kumuh. Satu persatu dari mereka aku rawat hingga kudisnya sembuh, dan yang liar menjadi jinak. Aku rela berbagi tidur dengan mereka. Kubiarkan rumahku …

Selem dan Semua Anjing Milikku Read More »

Puisi-puisi Wahyu Arya

Pelajaran Pertama Manulis Berita Pelajaran pertama menulis berita adalah membuat rumah mungil di tepi bahasa. Bikinlah satu matahari kecil yang sinarnya redup saja supaya oksigen bisa masuk buatlah juga jendela informasi dari bata merah darah para demonstran Selanjutnya, pastikan bahwa semua huruf di laptop tidak beterbangan menjelma kupu-kupu yang lebih sering hinggap pada halaman sebuah …

Puisi-puisi Wahyu Arya Read More »

Kalabendhu

SEMAR DAN TOGOG HADIR SEBAGAI AKTOR DI ATAS PANGGUNG. NAMUN KALI INI BUKANLAH TOGOG YANG MENGELUH. MELAINKAN SEMAR MERASA SEDIH KARENA KESAKTIANNYA MENGHILANG. ADEGAN INI TERJADI GARA-GARA SEMAR TIDAK BISA KENTUT LAGI. PUN TOGOG TERKEKEH-KEKEH. “Pergi, pergi, pergi!!!! Kau tidak dibutuhkan lagi di sini, dasar Si Tua Jemblung.” Suara itu terngiang terus menerus di telinga …

Kalabendhu Read More »

Puisi-puisi Muhammad Daffa

DONGENG IBU Ibu mengembara ke pelosok-pelosok terjauh dari dirinya Menggelandang tangis sendirian. Ibu mengembara Ke berbagai kota. Menggelandang nasibnya seorang diri Tanpa kawan sekadar bicara. Aku sangat ingin menyusulnya Ke dalam pengembaraan itu. Tapi ibu selalu mengingatkan aku Untuk tetap menjaga bahasa Indonesia yang terbata-bata mengeja negara. Kadang-kadang aku merasa kesal mengapa harus kuasuh Bahasa …

Puisi-puisi Muhammad Daffa Read More »