Tanpa Batas

Puisi-puisi Dwi Rahariyoso

Parabel
 

dua butir kentang dan tiga ekor ikan asin di dapur
telah mengekalkan hari-hari panjang yang hancur
seperti suatu masa yang purba dalam diri
berbicara pada riwayat yang sepi

lapar demi lapar bergemuruh dalam dada yang rapuh
di atas wajan penggorengan yang berkerak peluh
“siapa yang mewariskan kelaparan ini?”
barangkali hanya gema yang menyaru sebagai nasib
dalam dapur yang pengap dan sempit

2019

Orang-Orang Kalah dalam Serial Televisi

serial televisi seperti dusta berkepanjangan yang
mengisahkan melankoli demi melankoli;
“kesedihan itu begitu gaib, mirip sebungkus nasi
yang bertemu lapar beberapa hari lamanya”, katamu
dan televisi adalah juru selamat yang mengisahkan
kehampaan demi kehampaan ke sebuah dunia yang
amnesia dari dalam tubuh ringkihmu

mereka menolongmu, seperti tuhan yang mewahyukan
kejadian pada utusannya
tidak ada yang tahu pasti sudah berapa abad lamanya
sejak kesedihan mengasingkanmu sebagai manusia yang kalah
dan memprihatinkan

padahal kau tidak kehilangan apa-apa dan tak hendak
menginginkan apa-apa. nasib kadang terlalu lancang
menafsirkanmu sebagai fakir yang ditayangkan penuh
haru ke seluruh penjuru negeri
“apakah kemiskinan adalah malapetaka?” katamu
kemudian tak ada yang hendak kau sesali dari hidupmu
semua begitu membahagiakan sebelum sebuah serial
mengasingkanmu sebagai kekalahan yang menyakitkan

2019

Menggoreng Tempe

Kerak sisa ikan asin kemarin
aromanya bercampur tempe goreng
setengah matang di wajan itu

Dengan jelantah yang gelap
di suatu sore yang pengap
kita menerka hari-hari yang lindap

Sisa beras dan si kecil yang tertidur pulas
membuat kita lega pada segala cemas
dan musim terus melepas

Apa saja yang tidak kita kehendaki
Seperti terus menuntun untuk kembali
pada sunyi di dalam diri

2019

Fragmen Kamar

Seketika bermula di kasur tipis ini. Cahaya remang neon tujuh watt
dan denging nyamuk-nyamuk yang pekat.
Suara kipas angin yang pengap, berbicara tentang hari-hari yang lambat;
apak udara mampat di antara lantai
dan karpet lembab tempat biasa keringat meresap

Bertahun lamanya, jauh sebelum masa depan tercipta
buku-buku menumpuk di samping kasur
tidak memberi banyak pilihan kecuali hal-hal yang uzur
bagi sepasang manusia dalam hidup yang tak fasih
rahasia ini tak lebih dari semacam sisa buih air sabun

Dia suami kurusmu. Engkau istri yang hamil.
Di balik pintu, dunia selalu menyembunyikan diri
pada gelap yang misteri.
Seberapa kosong nafas itu menahan laju dunia
sebelum semuanya dimulai.

2018