Puisi-puisi Fren Basa

 

Keheningan

Aku bertemu dengan keheningan di tengah malam
Kamu tahukan, keheningan yang tak mampu berbisik itu?

Hei, dia mengusikku tanpa suara
Datang hadirkan bayangan pagi dan senja

Rupanya keheningan ini menyisakan ruang buat hati
Hati yang patah, merasa perih.
Siang tadi aku dikhianati

Aku gelisah di tengah malam oleh karena tersingkapnya kepalsuan

Sesaat kudibawanya pada permenungan
“Akan tiada lagi rasa percaya yang tak beraturan
di sana, ke suatu masa adanya karma melakukan pembalasan”

Keheningan meneduhkan hatiku
Lalu Ia kembalikan aku pada kebijaksanaan
Meluluhlantakkan murka, membawa aku pada doa.

Kucabut sumpah yang libatkan karma pada bait puisiku yang di sana
Aku malu pada ketenangan di keheningan tengah malam
Yang kini mengendap-endap, pergi mengusik tetangga sebelah.

Aeramo, 21 September 2018

 

360 Derajat

Seorang gadis terjebak dalam labirin, mencari jalan keluar

Ia menebak makna rumus-rumus pada retakan tembok,
Namun tak satu pun memberinya petunjuk

Setahun kemudian dia masih meringkuk di sudut,
Pasrahkan tubuhnya agar semut datang memungut,
Membawa gadis itu ke dalam labirin tanahnya
Dindingnya memang mudah dirubuhkan,
Gadis itu belum sepenuhnya terbebaskan.

Gadis menangis satu malam
Dia ingin pulang, dia ingin pulang.

Aegela, 28 September 2018