Tanpa Batas

Puisi-puisi Ledo Ivo

Bagi Siapa Mei Ini Peduli

Semua bertema sama
dan berbobot sama kala diletakkan dalam keseimbangan.
Tangisan anak dan lampu yang padam,
cintaku dan kegaduhan komite,
simpanan dan limbah,
putihnya lembar penyiangan
dan noda merah anggur di seprai
– Semua tampak serupa
di medan perang.

 

Tugas Hidup

Selalu kulampaui diriku sendiri
terbalik denganmu, oh ayat.
Semua yang tak lahir dalam diriku
dan topeng, yang lebih jujur
dari wajahku, mengambil alih
simbol dataranku.
Imajinasi! Cadarmu
menyelimuti benda sederhana
yakni kilau dan bebayang.
Ruang depan tak terkatakan,
puisi, Engkau serupa daging,
keberadaan di belakangmu.
Dan kata-kata adalah koin.
Dengannya kita membeli segala,
pohon  yang lahir dalam ruang
dan laut kita yang tak dapat mendengar,
bentuk tubuh nyata
dan bumi di mana kita tak berjalan.
Bila menemu adalah takdirku,
Aku cipta dan temukan diriku sendiri. Aku bernyanyi.

 

Awal Musim Panas

Jadilah musim panas bermula: lalat mendengung
dan secercah batu
membisikkan dunia bersama kami
serupa bukit pasir dan fatamorgana.

Dan kemudian pada malam hari
hari menjadi yang tak teraih
payudara telanjang, saingan mentari yang hilang.
Dan jangkrik bernyanyi. Dan berlintaslah kereta api.

Hidup, lebah tanpa madu, berkerumun kala fajar.
Dan lalat membawa lebih dari tubuh,
harum lembab dalam musim panas.
Dan di ladang, setiap pagi membarakan dedas.

 

Puisi di atas diterjemahkan oleh Dody Kristianto.