Puisi-puisi Dwi Rahariyoso

Parabel   dua butir kentang dan tiga ekor ikan asin di dapur telah mengekalkan hari-hari panjang yang hancur seperti suatu masa yang purba dalam diri berbicara pada riwayat yang sepi lapar demi lapar bergemuruh dalam dada yang rapuh di atas wajan penggorengan yang berkerak peluh “siapa yang mewariskan kelaparan ini?” barangkali hanya gema yang menyaru …

Puisi-puisi Dwi Rahariyoso Read More »